HURT Part 18 [Final]

HURT

Author: evi riana

Main Cast: Bae suzy, Kim So eun

Cast: Kim myungsoo, Kim bum, Jung Il Woo

OC’s: kim tae pyung (so eun’s father), Bae Jung Yoon (suzy’s father), Kim Jin Sung

Genre: sad, hurt

Type: Sequel

Rating: PG-16

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh utama, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

1097-9-id-236b67be51bd549dfe94ab7136b6c8d9

Part 18

“bagaimana keadaan bibi yoon?” tanya myungsoo. Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah lesu sambil menatap bibi yoon yang masih terbaring koma.

“gwenchana.. sebentar lagi dia pasti siuman” ucap myungsoo sembari mengusap pundak suzy.

“bagaimana dengan kim bum oppa?” tanya suzy.

“dia akan keluar sebentar lagi. oiya, pak lee memberikan aku ini..” myungsoo menyerahkan map cokelat kepada suzy dan langsung di buka oleh suzy.

“itu informasi tentang asisten jung.. tak begitu banyak” ucap myungsoo. Suzy membaca secarik kertas yang berisi biodata il woo.

1

“orang tua nya meninggal dan dia dikirim ke panti asuhan.. sampai umur nya 20 dia keluar dari panti dan hidup sendiri. Latar belakang keluarganya tidak begitu di ketahui yang jelas dia dulu termasuk berasal dari keluarga berada” jelas myungsoo.

“sama sekali tak ada petunjuk atau motif dia mendekati ayahmu” ucap suzy.

“begitulah. Heh.. mengecewakan memang tapi biarlah.. motif asisten jung bukan jadi hal penting untuk di selesaikan sekarang ini” ucap myungsoo sambil menghela nafasnya.

“mianhae, oppa.. aku membuatmu kerepotan lagi” ucap suzy menatap wajah lelah myungsoo.

“aniya, kau tak membuatku kerepotan” ucap myungsoo.

“masalah keluargamu banyak dan sekarang kau di tambah harus mengurusi masalahku juga. Aku benar-benar membuatmu kerepotan” ucap suzy merasa bersalah. Myungsoo mengulas senyum, diusapnya kepala suzy.

“jangan berfikiran seperti itu. Sudah kewajibanku membantu masalahmu lagian.. kau tidak akan bisa mengurusi masalahmu seorang diri” ucap myungsoo.

“gomawo” myungsoo menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

***********************************

“mungkin jika kau sudah siap.. kau bisa memanggilku dengan sebutan ayah. Walaubagaimanapun, aku adalah ayahmu sekarang dan kau juga sudah kuanggap putriku”

“ka..kau harus membayar semua perbuatanmu karena mencelakakan anakku

“kadang kalanya keadilan akan tiba untuk orang baik dan kehancuran akan tiba kepada orang yang jahat.. seperti kita”

So eun membuka kedua matanya dengan dahi yang penuh keringat. Ia menatap langit-langit kamarnya sambil bernafas lega menyadari ia tidak berada didalam ruangan yang pengap dan sempit.

“kau sudah bangun?” so eun menoleh kearah pintu dan melihat il woo berjalan kearahnya sambil membawa segelas susu dan sepiring roti.

2

“kau sudah mau berangkat?” tanya so eun.

“ne.. aku harus mengurusi sisa nya setelah itu…” so eun mengangkat wajahnya dan menatap il woo.

“setelah itu kita akan hidup aman” ucap il woo. So eun tersenyum.

“gomawo, oppa.. jika aku tidak memilikimu mungkin aku tak tahu akan seperti apa nasibku” ucap so eun.

“cheonma.. habiskan sarapanmu. Aku berangkat dan jangan lupa.. jangan keluar dari rumah ini, araso?” so eun menganggukkan kepalanya.

“aku pergi” pamit il woo.

*********************************

3

“saya pikir anda akan menjaga ayah anda di rumah sakit” myungsoo berhenti berjalan dan menoleh kearah il woo.

“anda tak membesuk kakak anda?” tanya Il woo. Myungsoo hanya mendesis pelan dengan kesal, ingin rasanya membungkam mulut il woo tapi ia tahan karena ia membutuhkan mulut il woo untuk bicara dimana keberadaan so eun sekarang agar hyeong nya bisa keluar.

“so eun noona tak memberi kabar ya? Aneh sekali sudah 2 hari dia menghilang tanpa ada kabar apa-apa” ucap myungsoo.

“mungkin dia sedang mengurusi pekerjaan di luar daerah” ucap il woo santai.

“mm.. mengurusi pekerjaan” myungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah paham.

“mengurusi pekerjaan kepalamu” batin myungsoo kesal.

**************************************

“pak lee, bagaimana keadaan paman kim?” tanya suzy.

“beliau baru saja beristirahat setelah diperiksa oleh dokter. Keadaannya sudah sedikit membaik tapi tetap tak boleh di berikan tekanan yang bisa memperburuk kondisi jantungnya” jawab pak lee.

“ah, begitu rupanya” ucap suzy.

“bagaimana keadaan ny.yoon?”

“masih sama seperti dua hari yang lalu”

“sabar Agassi.. dia pasti akan siuman”

4

“ne, gomawo.. pak lee bisa aku minta tolong”

“apa yang bisa saya bantu?”

“aku ingin keluar sebentar.. aku bisa minta kau jaga bibi yoon sebentar kan? jika ada sesuatu segera telfon aku, ne?”

“ne, Agassi.. saya akan menjaga ny.yoon”

“gamsahamnida”

…………..

So eun memberikan selembar uang kepada supir taxi dan segera turun. Ia menundukkan kepalanya ke bawah agar tak ada orang-orang yang bisa melihat jelas wajahnya. Dengan kepala tertunduk, ia berjalan memasuki rumah abu dan mendatangi abu milik Jung Yoon disimpan.

“tuan bae..” so eun menghela nafas menatap foto jung yoon yang terpajang disebelah abunya.

“jwesonghamnida” ucap so eun membungkukkan tubuhnya sedalam-dalamnya.

5

“jeongmal jwesonghamnida sudah membuat hidupmu berakhir terlalu cepat” ucap so eun.

“aku tahu kau sudah menganggapku seperti anakmu tapi aku tak bisa menganggapmu seperti ayahku.. sekali lagi maafkan aku.. aku tahu kau pasti benar-benar benci denganku di dunia sana atas perbuatanku terhadap putrimu dan orang-orang didekatnya. Tolong pahami keadaanku… aku begini agar aku bisa hidup seperti yang aku inginkan. Jwesonghamnida” so eun membungkukkan tubuhnya lagi dan tak sengaja ia melihat sepasang kaki sudah berdiri didepannya, ia mengangkat wajahnya dan terkejut melihat suzy yang kini berdiri didepannya.

“n..neo… jadi kau..” suzy menatap so eun dengan mata merah. So eun mengepalkan tangannya dan segera menggerakkan kedua kakinya untuk berjalan namun dengan cepat suzy menghadangnya.

“kenapa? Kenapa kau tega membuat appa ku meninggal? Wae? kenapa harus ayahku.. kenapa kau tidak langsung membunuhku saat di laut waktu itu? Jika kau membenciku sebaiknya kau bunuh aku bukan bunuh ayahku… kenapa kau membuat ku jadi yatim piatu? Kau masih memiliki ayah, kenapa kau tega membunuh ayahku?” ucap suzy sambil menangis. So eun hanya diam dengan wajah tertunduk.

“tatap aku… kenapa kau jadi pengecut seperti ini? Dimana so eun eonni yang aku kenal? So eun eonni yang tidak takut apa-apa dan selalu berani? Kenapa kau tidak menatapku? Wae??” teriak suzy sambil menangis kencang.

“biarkan aku pergi” ucap so eun.

“aniya.. aku tak akan membiarkanmu pergi setelah apa yang sudah kau lakukan terhadap ayah dan bibi yoon… eonni, kenapa kau tega melakukan perbuatan kotor seperti itu? Jika kau benci aku bunuh aku..” so eun menatap kesal kearah suzy, ia langsung mendaratkan tamparan keras di pipi suzy.

“aku ingin membunuhmu… aku benar-benar ingin melihatmu mati.. tapi aku selalu gagal… aku sangat membencimu sampai aku berharap kau meninggal seperti eomma…” ucap so eun setengah berteriak.

“kenapa kau tidak bunuh aku dari dulu? Kenapa harus ayahku yang harus kau bunuh?”

“cepat minggir”

6

“aku tak akan membiarkanmu pergi. Kau harus bertanggung jawab atas semua perbuatanmu… apa kau tak memikirkan perasaan eomma sekarang? Kau anaknya.. dia menyayangimu juga, dia pasti sedih jika tahu anaknya berkelakuan seperti ini? Apa kau tak memikirkan perasaan eomma? Walaupun dia sudah meninggal tapi dia bisa melihat perbuatanmu”

“jika dia sedih seharusnya dia minta Tuhan untuk memberikan aku kebahagiaan. Kenapa hanya kau yang selalu bahagia? WAE?”

“kau yang selalu menganggap dirimu tidak bahagia. Appa sudah mencoba memberikanmu kasih sayang tapi kau tak pernah menanggapinya semua kasih sayang yang ia berikan kepadamu. Apa kau tahu dia rela membatalkan urusan pekerjaannya demi menghadiri upacara kelulusan mu waktu itu? Dia orang pertama yang mengetahui saat kau jatuh sakit, dia orang pertama yang memberikan ucapan selamat ulang tahun untukmu selama 12 tahun kita hidup bersama, dia sudah mencoba membuat dirimu bahagia semasa hidupnya… apa kau tak punya perasaan hingga kau tak menyadarinya? Kenapa kau tega membunuh orang yang menyayangimu seperti anaknya? Wae?” so eun menyeka air matanya mendengar ucapan suzy.

“eonni, jebal… aku tidak akan melaporkanmu kepada polisi. Aku akan menunggumu yang menyerahkan dirimu sendiri jika kau memang punya perasaan bersalah..” so eun menarik nafas dan menghembuskannya, ia mendorong tubuh suzy hingga ia jatuh terduduk di lantai.

“ini pertemuan terakhir kita” ucap so eun dan langsung berjalan pergi meninggalkan suzy.

“eonii!!!!!!!” panggil suzy kencang sambil menangis.

***************************************

“ahjussi…” panggil myungsoo begitu melihat tae pyung. Tae pyung yang melihat myungsoo langsung berjalan cepat namun dengan cepat myungso langsung menyamai langkah kakinya dna menahan tae pyung.

“ahjussi, aku hanya ingin bicara baik-baik bukan mau menangkapmu” ucap myungsoo.

“jika kau mau tanya tentang so eun, jangan tanya aku… aku benar-benar tidak tahu dia ada dimana” ucap tae pyung.

“jeongmalyo? Kau benar-benar tidak tahu?” tanya myungsoo.

“aku serius.. jika aku berbohong kau bisa memenggal kepalaku. Aissh… kenapa anak itu selalu membuat masalah sedari dulu sampai sekarang” dumel tae pyung kesal.

“ahjussi…”

“ini salahku karena mendidiknya yang tidak benar hingga ia tumbuh dengan sikap seperti itu. Seharusnya aku meninggalkannya dipanti saat ibu nya pergi ke seoul.. setidaknya jika dia tinggal dipanti, dia akan berkelakuan seperti wanita baik-baik bukan seperti penjahat”

7

“ahjussi, jangan menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi dengan so eun noona”

“tentu saja ini salahku.. aku selalu memarahi, merampas uangnya saat dia menabung untuk pergi ke seoul menyusul ibunya itu bahkan aku sering memukulinya.. pantaslah dia mengatakan kepada orang-orang bahwa aku ini sudah meninggal.. dalam dirinya dia memang sudah menganggap bahwa ayahnya telah tiada” myungsoo menghela nafas dengan wajah iba mendengar cerita tae pyung. Melihat tae pyung, ia langsung terbayang sosok ayahya yang kini terbaring di rumah sakit.

“jika dia sudah di tahan.. aku akan rajin-rajin membesuknya agar dia sadar bahwa dia punya ayah dan ayahnya belum meninggal”

“so eun noona pasti akan tersentuh dengan perbuatanmu, ahjussi”

“hey anak muda..” myungsoo yang baru saja berjalan langsung menoleh kebelakang.

“aku menitipkan barang bukti kepada suzy Agassi.. aku tak tahu dia sudah dapat atau belum.. mungkin saja itu berguna” ucap tae pyung dan langsung berjalan pergi meninggalkan myungsoo.

“barang bukti? Apa maksudnya?” gumam myungsoo heran.

Kkkrrriiinngg~~

“yoboseyo”

“oppa..”

“hyemi-ah, kenapa kau menangis? Apa terjadi sesuatu?”

“oppa, aku bertemu so eun eonni..”

“mwo? bertemu so eun noona?” il woo yang tak sengaja lewat langsung berhenti dan terkejut mendengar myungsoo menyebut-nyebut nama so eun.

“oppa, so eun eonni dia… dia..”

“hyemi-ah, tenangkan dirimu. Kau dimana sekarang? Aku akan menjemputmu, ne?”

“aku di rumah abu..”

“baiklah, aku akan menjemputmu. Kau tunggu aku disana dan jangan kemana-mana” il woo merapatkan tubuhnya ke dinding begitu myungsoo berjalan melewatinya.

“so eun, apa yang dia lakukan? bukannya aku sudah bilang kepadanya untuk tidak keluar rumah” ucap il woo segera menghubungi telfon rumahnya.

“kenapa kau tidak menuruti kata-kataku? Kenapa kau pergi keluar?” omel il woo.

“mianhae, oppa”

“aissh.. seharusnya kau turuti kata-kataku.. kita akan sulit lari jika myungsoo melaporkanmu ke kantor polisi”

“mianhae”  il woo langsung mematikan telfonnya.

“jadi kau tahu dimana so eun berada sekarang?” il woo menoleh dan melihat tae pyung sudah berdiri dibelakangnya.

“tidak usah ikut campur. Kau lupa kau bukan siapa-siapa so eun lagi” ucap il woo.

“jika kalian masih berniat kabur, kalian tidak akan pernah aman.. kalian aka jadi buronan”

“buronan? Atas bukti apa kami bisa di tuduh buronan?”

“bukti video rekaman di jepang.. aku sudah menyerahkannya kepada suzy Agassi. Cepat atau lambat seluruh petugas kepolisian akan mencari so eun dan kau.. tak punya pilihan lain selain menyerahkannya kepada kantor polisi”

8

“neo… kau ayahnya? Bagaimana bisa kau melakukan hal itu dengan menyerahkan bukti itu? So eun sudah memberikanmu uang untuk menutupi rekaman itu”

“memang… dia memberikanku uang tapi aku tak pernah menggunakannya. Aku memerasnya hanya untuk menggertaknya agar dia mau mengakui kesalahannya… dengan bukti dia memberikan aku uang itu artinya dia tak mau mengakui kesalahannya. Aku sudah tak punya cara lain” Il woo menatap kesal kearah tae pyung dan langsung pergi meninggalkannya.

“semoga itu cara yang benar” ucap tae pyung.

“jihye-ah, bukankah sudah saatnya menghukum anak kita?” gumam tae pyung.

*********************************

“kau yang selalu menganggap dirimu tidak bahagia. Appa sudah mencoba memberikanmu kasih sayang, apa kau tahu dia rela membatalkan urusan pekerjaannya demi menghadiri upacara kelulusan mu waktu itu? Dia orang pertama yang mengetahui saat kau jatuh sakit, dia orang pertama yang memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk selama 12 tahun kita hidup bersama, dia sudah mencoba membuat dirimu bahagia semasa hidupnya… apa kau tak punya perasaan hingga kau tak menyadarinya? Kenapa kau tega membunuh orang yang menyayangimu seperti anaknya? Wae?” so eun terduduk lesu sambil menatap layar tv dengan pandangan kosong. Acara TV sama sekali tak membantu dirinya untuk sedikit terhibur.

Kkrriinnngg~ So eun segera menghampiri telfon dan mengangkatnya.

“o..oppa?” ucap so eun ragu-ragu.

“bereskan barang-barangmu.. cepat pergi.. gunakan semua uang di tabunganku untuk tinggal di tempat yang aman” ucap il woo.

9

“mwo? pergi? Kemana?”

“kemana saja. ke tempat yang menurutmu tak akan bisa di temukan oleh polisi atau orang lain. Cepat pergi..”

“ba….bagaimana denganmu?”

“so eun dengarkan aku… aku tak bisa bersamamu. kau harus pergi… hidup dengan bahagia.. jangan khawatirkan aku dan lupakan semua yang sudah terjadi di seoul”

“oppa, bagaimana aku bisa pergi tanpamu?”

“kau harus bisa… aku akan melindungimu dari jauh”

“oppa..”

“dengarkan aku, kim so eun…. Jika suatu saat kau tertangkap, kau harus bilang bahwa aku yang membuat bibi yoon seperti itu, aku juga yang membunuh bae sajangnim bukan kau, mengerti?”

“oppa, kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu? Apa yang terjadi denganmu?”

“kim so eun mengertilah.. aku berbuat ini untuk melindungimu. Aku akan membuat orang yang kau benci menghilang dengan begitu kau bisa hidup bahagia”

“opppa….. kau tidak akan berbuat sesuatu untuk menghabisi nyawa orang kan?”

“mian..”

“oppa, kau sudah berjanji…”

Ttuutt..

“oppa…” so eun terduduk lemas begitu il woo mengakhiri telfonnya begitu saja.

“eonni, jebal… aku tidak akan melaporkanmu kepada polisi. Aku akan menunggumu yang menyerahkan dirimu sendiri jika kau memang punya perasaan bersalah..” so eun menggigit bibirnya dan mengepalkan kedua tangannya mengingat perkataan suzy.

“ahhh…” teriak so eun sambil menangis.

************************************

Rumah sakit

“ahjumma, cepatlah bangun.. jangan ikut pergi meninggalkanku” ucap suzy menatap sedih kearah bibi yoon.

10

“ahjumma, kau sudah seperti orang tua bagiku.. jangan pergi meninggalkan aku lagi, ne?” tangis suzy dan tak sengaja kedua matanya menangkap sebuah kotak berukuran sedang berwarna merah.

“siapa yang mengirimkan hadiah?” fikir suzy segera mengambil kotak tersebut dan membukanya.

Sebuah recorder dan CD.

Karena penasaran, suzy pun langsung mendengarkan isi recorder tersebut. Kedua matanya membesar saat mendengarkan suara rekaman tersebut.

Kantor polisi

“Ya.. kim bum, kau bisa keluar” kim bum menoleh dan melihat petugas penyelidik membukakan pintu untuknya.

“aku belum boleh keluar sementara..”

“kim so eun sudah disini” kim bum membesarkan kedua matanya mendengar ucapan petugas tersebut.

“mwo?”

………

“jadi kau sengaja meninggalkan tubuh alm. Bae jung yoon di ruangannya karena kau takut” tanya petugas kepolisian. So eun menganggukkan kepalanya.

“kau juga yang meletakkan USB itu didalam laci meja kerja milik kim bum?”

11

“ne.. aku yang melakukannya”

“atas dasar apa kau meletakkan USB itu?”

“karena aku tidak menyukainya.. dia terlalu ikut campur dalam urusan pekerjaan dan aku tidak suka makanya.. aku menggunakan cara itu agar ia di tendang dari perusahaan” Kim bum mengerutkan dahinya saat mendengarkan ucapan so eun dari balik kaca ruangan interogasi.

“aku ingin membuat 2 pengakuan” ucap so eun.

“katakan…”

“tentang adik tiriku, suzy… aku adalah dalang yang membuatnya hilang di laut selama berbulan-bulan”

12

“mwo?” pekik kim bum.

“dan… dan pengasuhnya, ny.yoon… dia terbaring kritis di rumah sakit sekarang karena perbuatanku juga” ucap so eun sambil menundukkan kepalanya.

“so eun-ssi, apa selama ini kau bekerja seorang diri?” tanya petugas kepolisian.

“ne, aku tidak punya kaki tangan… aku bekerja seorang diri” jawab so eun.

“pabo..” lirih kim bum menatap nanar so eun dari balik kaca.

***************************************

“ahboji, gwenchana?” tanya myungsoo.

“ne.. bagaimana kakakmu?” tanya jinsung.

“hyeong akan segera keluar” jawab myungsoo.

13

“gheurae?”

“ne.. aku sudah mengurusi semuanya. Kau tenang saja ahboji…”

“myungsoo-ah..”

“mm..”

“gomawo.. ayah tahu kau bisa di andalkan suatu saat”

“ne, cheonmaneyo sudah mempercayaiku”

“aku menitipkan barang bukti kepada suzy Agassi.. aku tak tahu dia sudah dapat atau belum.. mungkin saja itu berguna” myungsoo menepuk dahinya begitu teringat akan kata-kata tae pyung di kantor.

“ada apa myungsoo?” tanya jinsung.

“ahboji, aku tinggal sebentar ya” ucap myungsoo segera keluar dari ruangan ayahnya dan bergegas menuju ruangan ICU.

Ddrrt~~  myungsoo segera mengangkat telfon sambil terus berjalan.

“yoboseyo”

“ini aku..”

“h..hyeong?”

“aku dalam perjalanan menuju rumah sakit. bersama para polisi Apa kau baik-baik saja?”

“n..ne.. wae?”

14

“suzy? dia bersamamu?”

“dia menjaga bibi yoon”

“sebaiknya kau segera hampiri dia..”

“apa maksudmu?”

“so eun menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi”

“mwo? so eun noona? tapi kau bilang asisten jung yang menyembunyikannya, bagaimana dia bisa menyerahkan dirinya kesana? Apa asisten jung tahu?”

“molla.. tapi firasatku mengatakan bahwa il woo mengincar kau atau suzy”

“aku dan hyemi?”

“ne… cepat kau lihat keadaannya”

“a…. araso” myungsoo segera menutup telfonnya dan langsung berlari menuju ruang ICU.

Sementara itu……..

Suzy berjalan keluar dari ruangan bibi yoon sambil memegang erat recorder yang ada di tangannya. Ia menyeka air matanya dengan kasar dan segera berjalan untuk memberitahukan tentang tape recorder ini kepada myungsoo.

Il woo merapatkan tubuhnya ke dinding sambil memerhatikan baik-baik tape recorder yang dipegang suzy sekarang ini. Ia memejamkan kedua matanya sebentar sambil mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya.

Sebuah pisau.

“mianhae, Agassi…” lirih il woo kemudian berjalan mendekati suzy dari belakang.

15

“oppa…” panggil suzy begitu melihat sosok myungsoo dari kejauhan.

“syukurlah” myungsoo menghela nafasnya begitu melihat suzy masih baik-baik saja namun wajah leganya langsung berubah begitu melihat sosok seorang pria yang berdiri tak jauh dari suzy. Ia pun langsung berlari kearah suzy dengan cepat..

“oppa, ada yang harus kuber…” myungsoo langsung memutar tubuh suzy sambil memeluknya. Tubuh suzy menegang saat kedua matanya bertemu dengan kedua mata il woo yang berada dibelakang punggung myungsoo. Il woo berjalan mundur dengan bibir terkatup rapat, ia bisa melihat dengan jelas sebuah pisau berlumuran darah yang kini di genggam il woo.

“hhhh…” Suzy reflex menahan tubuh myungsoo yang hampir merosot ke bawah.

“oppa..” ucap suzy sambil menangis begitu melihat noda darah muncul di bagian perut myungsoo.

“andwee… oppa, ireona…” panggil suzy begitu mata myungsoo terpejam.

“oppa… ppali ireona…” teriak suzy sambil menangis kencang.

***********************************

Il woo berjalan tergesa-gesa menuju parkiran mobilnya, ia langsung membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.

“angkat tanganmu” il woo membesarkan kedua matanya begitu melihat petugas kepolisian sudah duduk dibelakang mobilnya dan mencondongkan sebuah pistol kearahnya. Il woo tersenyum sinis melihat polisi itu. Ia mengangkat kedua tangannya sambil tertawa keras kemudian tanpa sadar ia menitikkan air mata. Dia menangis.

*************************************

1 minggu kemudian

So eun berjalan memasuki sebuah ruangan kecil. Ruangan yang dijadikan tempat orang-orang untuk menjenguk seseorang yang berada didalam sel.

“annyeong…” sapa kim bum sambil tersenyum. So eun terdiam sejenak menatap kim bum tapi tak lama ia mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Kali ini senyuman tulus.

“annyeong” balasnya.

“temani aku makan ini..” kim bum mengangkat sebuah kantung berisi kue beras.

………

16

“bagaimana keadaanmu?” tanya kim bum basa-basi.

“seperti yang kau lihat sendiri. Tinggal disini bukan hal buruk” ucap so eun tersenyum kecil.

“gheurae? Aku rasa kau orang pertama yang bilang sel bukan tempat yang buruk” ucap kim bum sambil tertawa dan membuka kotak yang berisi kue beras.

“ini… penjaga didepan bilang, kau boleh memakan nya” ucap kim bum.

“aku sudah makan” ucap so eun.

“eissh.. makan saja satu lalu kau bisa makan lagi nanti didalam” ucap kim bum.

“araso” so eun segera mengambil sepotong kue beras tersebut dan menggigitnya. Ia mengunyah kue beras tersebut sambil menundukkan wajahnya kebawah. Menyembunyikan air matanya yang mulai turun. Kim bum yang tahu so eun menangis hanya menghela nafasnya.

“bibi yoon sudah sadar dan dia bilang kepada petugas kepolisian bahwa dia terjatuh bukan karena kesalahanmu. Dia terjatuh karena dia kehilangan keseimbangan saat ingin menoleh kebelakang begitu mendengar kau memanggilnya” so eun menganggukkan kepalanya.

“asisten jung ani… il woo… dia di pindahkan ke tahanan daerah jin-an. Kampung halaman ibu nya yang sudah meninggal” so eun menganggukkan kepalanya lagi.

“adikmu, suzy… dia tak akan menuntutmu atas perbuatanmu yang mencelakakannya di laut walaupun polisi sudah melihat video rekaman yang di rekam ayahmu. Dia bilang dia ingin hidup tenang agar bisa tidur dengan damai seperti myungsoo” kim bum tersenyum kecil mengingat myungsoo.

17

“mian” ucap so eun dengan suara parau.

“gwenchana.. aku juga akan mencoba seperti suzy. Hidup dengan tenang dan melupakan semua yang telah terjadi” ucap kim bum.

“mian…” ucap so eun lagi.

“ahh.. waktu besukku sudah habis.. aku harus pulang” ucap kim bum beranjak berdiri.

“jaga dirimu baik-baik.. aku masih berhutang sesuatu kepadamu begitu kau keluar nanti. Araso? Aku pulang..” kim bum menepuk pelan puncak kepala so eun dan berjalan keluar dari ruang besuk.

Setelah yakin kim bum sudah keluar, so eun mengangkat wajahnya dan melihat kalung miliknya diatas meja.

“pabo..” lirihnya sambil menangis.

*********************************

Rumah sakit

“aigoo.. kapan wanita tua ini bisa pulang?” oceh bibi yoon.

“ny.yoon… anda ini baru saja jatuh dari tangga.. dokter bahkan bilang tulang kakimu itu retak. Kau pulang pun percuma.. kau tak akan bisa bersih-bersih selama 1 bulan penuh” ucap pak lee.

“aihh.. tapi jika aku lama-lama duduk dan tidur-tiduran, aku tak akan bisa mengurus nona ku” ucap bibi yoon.

“suzy Agassi bisa mengurus dirinya dengan baik” ucap pak lee sambil tersenyum.

______________

“gulali, ice cream, gulali, ice cream…” oceh suzy sambil menunjuk dua benda yang ada di atas meja kecil yang berada tepat disamping ranjang rumah sakit.

18

“oppa, kau ingin aku makan apa? Gulali atau ice cream?” tanya suzy seraya menolehkan kepalanya, menatap myungsoo yang masih memejamkan rapat kedua matanya.

“kau pasti bingung” ucap suzy sambil tersenyum kecil.

“oppa.. bagaimana kalau kita ke lotte world? Kau ingat pertemuan pertama kita disana? Apa kau tahu aku sudah memerhatikanmu dari awal saat kau tengah mengomeli pak lee?” suzy tersenyum sambil mengingat kenangannya, ia menyandarkan kepalanya di pinggir ranjang sambil menggenggam tangan myungsoo.

“oppa, bogoshipeo… aku rindu suaramu memanggilku hyemi” ucap suzy tersenyum sedih.

“hy…emi….ah…” suzy mengerjapkan kedua matanya saat merasakan tangan myungsoo bergerak dalam genggamannya. Ia mengangkat wajahnya dan melihat kedua mata myungsoo terbuka sedikit.

“oppa.. kau sudah sadar?” ucap suzy sambil menangis.

“ul..jimma” myungsoo mengulurkan tangan kirinya yang tidak terpasang infuse, ibu jari nya mengusap air mata yang mengalir di pipi suzy.

“oppa…” suzy tersenyum sambil menangis.

*******************************************

“kenapa kau datang kemari? Apa anak bungsumu tak selamat?” tanya il woo.

“dia baru saja siuman” jawab jinsung.

“oh..” il woo menghela nafas lega.

“il woo.. jung il woo…” il woo mengangkat wajahnya, menatap kaget jinsung.

“kau terkejut aku tahu nama lengkapmu?” tanya jinsung. Il woo hanya diam.

“aku tahu kau siapa dari awal.. kau anak jung il han.. tak mungkin aku tak mengenalimu” ucap jinsung.

19

“kau tahu aku dari awal?”

“ne, aku tahu kau pasti akan mendekatiku untuk membalaskan dendam orang tua mu”

“dendam ibuku tepatnya”

“aku menyesal atas apa yang terjadi kepada ibumu”

“kau membuat hidup ku dan ibu susah karena kau”

“il woo-ah, bukan aku yang membuat perusahaan keluargamu bangkrut. Perusahaanmu bangkrut karena ayahmu memiliki hutang besar yang tak diketahuinya karena depresi setelah istriku meninggal”

“mwo?”

“ayahmu meninggal.. dia mengikuti mendiang istriku yang meninggal duluan”

“pabo…”

“benci saja aku, jangan istriku. Istriku selingkuh dengan ayahmu karena aku yang tak memberikannya perhatian.. aku terlalu mencintai pekerjaanku dan tak ingat bahwa istri dan anak-anakku juga membutuhkan cinta” il woo hanya tertawa sinis.

“alm. Jung yoon… dia juga tahu tentang latar belakangmu”

“mwo? ba…bae sajangnim?”

“ne, dia tahu karena aku teman dekatnya.. dia sering menceritakan dirimu kepadaku, itulah kenapa aku bisa mengenalimu dari awal kita bertemu. Dia bilang kau pria yang baik dan pekerja keras.. dia senang memiliki asisten sepertimu” il woo terisak kecil sambil meremas ujung bajunya.

“apa yang sudah aku lakukan?” isaknya.

“jung yoon… dia orang yang mudah memaafkan. Tenang saja” ucap jinsung sambil menepuk pundak il woo.

************************************

“hyeong, dimana ahboji?” tanya myungsoo sambil memakan apel yang dikupas suzy.

“dia menemui asisten jung di jinan” jawab kim bum sambil mencomot apel yang ada diatas piring.

“aihh..” desis myungsoo pelan.

“oppa, kau habis menemui so eun eonni?” tanya suzy.

20

“eoh… dia kelihatan semakin baik” jawab kim bum sambil tersenyum.

“jeongmalyo?” tanya suzy.

“ne.. jangan khawatir. Saat dia menolak bertemu denganmu kemarin itu, bukan berarti dia membencimu.. dia hanya malu dan menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya” jawab kim bum.

“ne, aku mengerti” ucap suzy tersenyum kecil.

“aiya…” myungsoo menepuk dahinya.

“hyeong, kau berhutang pengakuan kepadaku” ucap myungsoo.

21

“pengakuan? Apa?” tanya kim bum bingung.

“kau bilang mau mengungkapkan sebuah rahasia tentang eomma” jawab myungsoo.

“a…ahh… i..itu..” kim bum membulatkan mulutnya.

“cepat katakan apa rahasianya” ucap myungsoo. Kim bum melirik kearah suzy seperti memberi isyarat untuk memberikannya waktu berdua bersama myungsoo.

“aku mau melihat keadaan bibi yoon.. oppa, habiskan buahnya, ne” ucap suzy yang mengerti dan segera keluar dari ruangan myungsoo.

“myungsoo-ah….” kim bum pun menceritakan tentang semua hubungan antara ibu nya dan keluarga il woo secara terperinci agar myungsoo mengerti. Ia juga memberikan penjelasan kenapa ayah nya bersikap dingin kepadanya begitu dirinya mulai menyinggung tentang ibunya. Ayahnya bersikap begitu untuk menutupi rasa bersalahnya karena telah menelantarkan keluarga demi pekerjaan sehingga membuat istrinya kesepian dan melakukan pelarian di luar sana..

“mianhae, myungsoo-ah.. aku tahu kau kecewa kepadaku dan ahboji karena merahasiakan hal ini. Tapi kau harus tahu.. kami merahasiakan ini untuk menjaga perasaanmu” ucap kim bum sambil menepuk pelan pundak myungsoo.

“eomma..” lirih myungsoo pelan sambil menghela nafasnya.

**************************************

7 tahun kemudian..

Jepang

“mwoya? Dimana mereka?” gumam myungsoo sambil celingak-celinguk disekitar pantai.

“hyemi-ah…” panggilnya dengan suara cukup kencang.

“ne….” myungsoo mengalihkan kedua matanya kearah gunungan pasir begitu mendengar dua suara yang menyahutkan panggilannya. Ia pun tersenyum kecil dan segera menghampiri gunungan pasir.

“kenapa kau selalu ikut menyahut?” suzy tersenyum kecil sambil menatap seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang kini duduk diatas pasir pantai bersamanya.

22

“YA.. kalian disini rupanya?” ucap myungsoo berkacak pinggang menatap kearah suzy dan hyemi.

“appa, kenapa eomma selalu membalas panggilanmu saat kau memanggilku?” omel hyemi.

“aigoo.. hyemi-ah, kau mirip seseorang yang pernah appa temui dulu saat masih kecil” ucap myungsoo.

“oppa..” suzy menyikut pelan myungsoo sambil mencibir.

“hyemi-ah, buat istana pasir disana.. kau meninggalkan mainanmu disana” tunjuk myungsoo.

“ne..” hyemi segera berjalan menuju mainan nya yang berserakan di atas pasir.

“eoddi?” myungsoo langsung menahan tangan suzy yang hendak mengikuti hyemi.

“aku meminta hyemi bukan kau, suzy-ah” ucap myungsoo.

23

“aigoo.. aku sudah terbiasa mendengarmu memanggilku hyemi..” omel suzy. Myungsoo hanya tertawa sambil mengusap puncak kepala suzy.

“kim bum oppa sudah menelfon? Ahbonim bagaimana?” tanya suzy.

“baru saja hyeong menelfon.. dia sedang berjalan-jalan, mengikuti keinginannya menjadi pria bebas dan ahboji.. dia di seoul sekarang dan menyuruh kita untuk pulang kesana segera karena dia sudah merindukan hyemi” jawab myungsoo.

“seoul? Sekarang?” tanya suzy.

“wae? bukankah kau sudah mengatasi traumamu setelah tinggal lama di dekat laut? Kau jadi betah tinggal disini, eoh?”

“be..begitulah”

“kita akan kemari saat liburan nanti.. Lagipula, hyemi harus mengunjungi makam kakek dan nenek nya juga” suzy tersenyum mendengarnya.

“dia persis denganmu saat kau berumur 5 tahun.. bahkan pipi nya sama bulatnya dengan eomma waktu kecil bahkan cerewet nya juga.. kesukaannya terhadapa makanan manis juga. aigoo… aku butuh anak laki-laki” ucap myungsoo sambil tersenyum kearah suzy.

“mwo? Kau mulai lagi.. menyebalkan..” suzy mencibir dan langsung berlari kearah hyemi yang tengah bermain pasir.

“Ya… selalu saja lari” myungsoo segera menyusul suzy sambil tersenyum

******************************************

Jin-an

Il woo memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara kebebasan.

24

“ada titipan untukmu” il woo menoleh begitu salah satu petugas kepolisian memberikannya sebuah kantung berisi kotak makanan.

“dia berpesan kepadamu untuk menghabiskannya” il woo mengangguk sambil tersenyum.

“kau hidup dengan baik rupanya” il woo memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya meninggalkan kantor polisi sambil memikirkan perjalanan hidup yang akan ia jalani kedepannya. Tentunya perjalanan hidup yang baik.

“kau ingin aku memanggilnya agar kalian bisa melepas rindu?” tanya kim bum. So eun menoleh kebelakang dan melihat kim bum sudah berdiri dibelakangnya.

“aniya.. kami akan bertemu lagi suatu hari nanti, tidak sekarang” jawab so eun.

“suatu hari nanti? Kau ingin il woo mengembalikan kotak bekal milikmu?” tanya kim bum.

25

“Ya.. kau masih bodoh ternyata” jawab so eun sambil geleng-geleng.

“apa ayahmu tahu kau di jin-an sekarang?” tanya kim bum mengganti topic.

“tentu saja.. aku naik bis paling pagi dari gwang-ju menuju kemari. Ayahku yang mengantarku ke halte” jawab so eun.

“ckck.. kau ini niat sekali ingin melihat nya keluar menghirup udara bebas pertama kali” ucap kim bum.

“tentu saja” ucap so eun sambil tersenyum menatap lurus il woo yang mulai berjalan sedikit jauh.

“kim bum-ssi, apa yang kau pegang itu?” tunjuk so eun.

“ini kamera.. pabo” kim bum mendorong pelan dahi so eun.

“arayo.. tapi untuk apa? Apa kau beralih profesi menjadi paparazzi?”

“tentu saja tidak.. impianku ada didalam sini”

“ne??”

26

“kau ingat impian yang akan kujalani begitu aku berhenti dari kantor? Aku ingin mengabadikan semua tempat yang pernah kutuju melalui kamera ini…” so eun tersenyum kecil.

“hutangku lunas kan” so eun menganggukkan kepalanya.

“YA.. Kau tak membuatkan aku bekal seperti kau membuatkan bekal untuk il woo?” tanya kim bum.

“aniya.. aku tak tahu kau akan disini. Lagipula jika aku tahu, aku juga tak akan membuatkan” jawab so eun.

“ckck.. dasar pelit. Yasudah… temani aku makan kue beras sekarang” ucap kim bum sambil merangkul pundak so eun dan mengajaknya berjalan.

“jincaa.. setiap pergi denganmu selalu saja makan itu” gerutu so eun.

“kau yang membuatku menyukai kue beras, Agassi” ucap kim bum sambil tertawa.

“arayo” gumam so eun ikut tertawa dan kembali berjalan beriringan dengan kim bum.

THE END

Akhirnya.. akhirnya…..

Finish…

Maaf jika END tidak memenuhi keinginan semua readers disini..

Ud kehilangan inspirasi dan gak tahu lagi harus ngetik apa lagi..

Phew~~

For Mates.. Sorry.. mungkin cerita ini sangat mengecewakan bagi kalian

Tapi apa daya.. author hanya manusia biasa bukan mesin ketik yang bisa mengetik semua keinginan para readers untuk mengakhiri kisah ini sebagaimana mestinya…

Sekali lagi… Maaf.. *bow

About these ads

85 thoughts on “HURT Part 18 [Final]

  1. Suka bgt ama ending myungzy dsini.. Soeunnya jg udah mengakui kesalahannya.. Ditunggu ff lainnya chingu..

  2. Eviiii….ekekek, meskipun aku udah tahu endingnya setelah dimasih bocoran kmarin tapj tetep aja aku pnsaran ehehehe…akhirnya mreka berteman, temen tpi ntar jadi demen…amin eheheheh, ihiiiyy..myungzynya nikah dan pnya anak ahahahaha XD
    Aku ngk kecewa kok, aku ngerti gimana buntunya ide seorng penulis dan tentang serba salah menjadi author hahahahaah…
    Ayo lanjutkan yaa FF yg katamu kmren…aku tunggu yaa ehehehehw

  3. DaebakDaebak thor! Ending yang sangat memuaskan.. semuanya bahagiaaaaaa~ alhamdullilah So Eun sam Il Woo udah tobat.__.ciyee MyungZy udah married, haha Kim Bum diduluin sama Myung:D thor buat FF MyungZy lagi ne? jan pernah bosen yaa nulis cerita mereka;)
    udah gabisa berkata apaapa lagi deh, Kereeennnn thorrrrrrrr *teriak pake toa*

  4. Ah lega akhirnya semua berakhir dengan bahagia :)
    Daebak banget thor.
    Pokoknya gak ngecewain deh hehe :)
    Myungsoo dan Suzy udah punya Hyemi.
    Terus kenapa Kim bum belum ya ? Haha :D
    Ditunggu ff MyungZy selanjutnya.
    Fighting !

  5. ya ampun author aku bacanya sempet berenti loh gara” ngira myung mati untung blm teriak histeris eh ternyata cmn koma dan endingnya myungzy bahagai ^^
    pantesan aja suzy itu baik krn sifat appanya menurun ke dia :)
    itu bumsoo blm pacaran ya br pdkt gitu…tp syukurla akhirnya so eun dan il wo bs hdp tenang
    ada brp kejadian yg mirip sm nice guy jd tambah lbh memdhkan aku buat menghayalkan ceritanya hehe
    fighting author buat ff myunzy dan bumsoo yg lain ^^ next ff myunzy yaaaa

  6. akhirnya sso kmbli ke smula, sdikit gantung c tp tak apalah, drpda ngk jd bak sma skli, iyaaaaa mates mgkn jd …….
    smga next ff lbihbyk inspiratif lg. semangat evi!!!!

    hppy ending deh :D

  7. ending nya bagus thor~ ya walaupun bumsso blm nyatu.. hihihi Myungzy nikah juga dan punya anak lagi~ di tunggu ff selanjutnya~

  8. Huah
    udah End ya thor,,bener bener D.A.E.B.A.K bgt thor..
    Keabisan kata kata bwt mujinya,SUPER DUPER KEREN pokoknya..

    Di tunggu FF myungZy ya thor

  9. Wow Daebak…
    Part ini bisa bikin sedih dan bahagia sekaligus :-)
    Bumsoo marriednya keduluan ma MyungZy. Semoga Bumsoo cepet nyusul MyungZy :-)

  10. ah gegara kata kata ‘ myungsoo tidur dengan tenang tak kira bakal sad ending myungzy nya. kkk~ ternyata happy ending.. Daebakk. Terus aku juga seneng karna ngga ada typo jadi enak bacanya. terus berkarya ya eonni~ Hwaiting!

  11. Happy ending :D
    Haduh, Kim Bum keduluan adenya nih.. Adenya udah punya anak 5 taun. Hahaha
    Thanks author buat FF nya..

  12. Ud end j…
    G rela buat end…
    Msh pngen trs d lanjut…
    Hehe
    Sweet ending…
    Myungzy pny aegy…
    Ah,lucu.a

  13. Seruuu . . .
    Agak krang ngrti hbugan bumsso hehe,cie suzy mungsoo udh nikah ywdh ff bumsso yg baru qu tnggu pasti lbih rame . . .

  14. Akhirnya berakhir dengan happy ending :D FF author yang ini emang yang paling keren deh, karena problem nya banyak :)
    Suka banget thor dengan ending nya, bener2 daebak ! ^^
    Sampai kaget aku pas baca kalau myungsoo lagi tertidur dengan damai, kirain udah meninggal tapi lega karena ia masih hidup dan menikah terus punya anak yang lucu :D
    bumsso juga happy ending, mereka semua berakhir dengan bahagia. Mendingan il woo sama bibi yoon aja, kasian il woo gak ada pasangan nya :)
    Ditunggu FF kamu yang lebih daebak lain nya yah thor !! :D

  15. Wuuaahh…
    Daebaaakk…
    Happy ending….,
    Ff ini penuh dgn pebelajaran kehidupan.., bagusss.. :)
    Di tunggu ff yg lain..
    Fighiting..!!!

  16. aigoo……… myungzy udah punya anak ya disitu???? iihhh…….. kkkeerreeennn!!!!!! aq suka!!!! endingnya bagus banget kok thor……… aq suka banget….happy ending……. HWAITING THOR!!!!aq akan mnunggu karya2-mu lgi……

  17. Suka ending nya , terharu tp yg jelas bumsso bersatu #tepuk tangan
    buat ff ttg bumsso yg romantis ya thor coz nya kangen bgt ff mereka yg romantis
    Hehe, fighting authot

  18. Suka ending nya , terharu tp yg jelas bumsso bersama . .
    buat ff ttg bumsso yg romantis ya thor coz nya kangen bgt ff mereka yg romantis
    Hehe, fighting authot

  19. Jhahaha suzy kira myung nyrh suzy eh pdhl nyrh anaknya ckckck
    Akhirnya semua konflik berakhir dengan mulus
    Hbngn so eun ma kimbum skrng apa ya trs il woo…rumit
    Dtnggu ff lainnya smoga myungzy lagi/ myungzy+bumsso

  20. Akhr ny happy ending jg wlpn gak tau gmn hub bumsso tp mliat mrka br2 akur udh sng ko’ brhrp sih ad sequel ny tntng klnjtn hub bumsso ny ^^ n jg ilwoo

  21. wewaaaaaahhhhh happy ending kren onnie. onnie memang yg terbaik… bkin ff bru onnie myungzy y……..

  22. happy end, tdinya waktu kim bum bilang suzy ingin tidur damai seperti myungsoo qw kira myung mati?? uh untung enggak
    seneng deh liat soeun unnie akhirnya mendapat kebahagiaannya :) di tunggu ff yg lain chingu

  23. TBikin sequel hub. So eun sama kim bum. Penasaran masa gantung bgt sich !
    Semangat buat author . . .

  24. daebak..daebak..thor! Endingnya bagus banget.. dan hahah lucunya namax suzy dan anaknya sama. D’tunggu ff myungzy selanjutnya yach tp genrex ttg khdpn rmh tangga mereka dong thor.

  25. endingnya cukup memuaskan apalagi MyungZy :)
    Suzy bagikan malaikat *maumaafinSoeun
    ff author unnie daebak dehh…

  26. Huh ending yg sangat mengharukan . Dikira Myung meninggal dan untung’y gak . MyungZy hidup bahagia . Bumsoo juga . Akhir’y il woo dan so eun menyadari juga perbuataan mereka yg salah dan menjalani kehidupan yg benar ;) . Ending’y Daebakkkk author . Ditunggu FF yg lain’y . Fighting ne author !!

  27. keren endingnya…kekkeke…akhirnya myung nikah sm suzy trus pny anak…happy ending semua..masalah yang mengganjal akhirnya dapat berakhir dgn baik..next buat myungzy lg ya..ditunggu karya selanjutnya..(^.^)p

  28. wah, akhirnya ending jg!!
    ga nyangka ternyata ilwoo baik ya sm soeun, kirain dia cuma manfaatin soeun aja. ternyata engga..
    alhamdulillah, akhirnya soeun n ilwoo sadar.. ffiuuuh.. :)
    seneng myungzy akur terus sampe nikah. haha. udah punya anak pula.
    kimbum-sso kyny ud mulai deket ya.. baguslah.

    sebenernya pengen request special part, khusunya buat bumsso. tp kalo ga jg gapapa ^^
    semangat terus deh buat author :)

  29. akhirnyaaaa ending juga :”)
    agak kecewa sih bagian bumsso nya masih kurang hehe, tp gapapa deh seengganya so eun udah berubah.
    author daebak bangeeettt! ditunggu ff selanjutnya ya thor. kalo bs bumsso dong main castnya. kangen nih ama mereka hehe. aku yakin banget semua cerita yg author bikin keren smua deh :D

  30. haah akhirnya so eun sadar kesalahannya .. il woo jugaa..
    suzy ama mmyung happy ending maalah duluan nikah dari kim bum..
    hihiihihi kereen ! :D

  31. Wowwwwww thor Myungzy happy ending asikkkk :-D soeun ilwoonya juga udah sadar akan kelakuannya.. hebat salut deh sama author :-) Fighting thor

  32. Need Sequel
    Semuanya terbongkar . Emang penyesalan tu datangnya paling akhir y
    hubungannya bumsso mash nggantung thor
    cuma berhubungan baik aja . Sso mash sangat perhatian ama ilwoo .
    Myungzy chukae udah dpet hyemi kecil

  33. jadi bumsso masih gantung ya thorrrr huaaaa myungzy udah punya anak aja ternyata myungso ngeduluin kaka nya nih yaaa huahaha
    dipart inij bener2 bikin deg2an sendiri huaaa semangat thorrr buat ff bumsso dan myungzy yang lebih banyak lagi yaaaaa aku dukung

  34. Akhir nya happy ending juga,meskipun hubungan kim bum dan so eun yang masih gantung,sebenernya so eun cinta nya sama siapa?semoga ada spesicial part buat hubungan bumsso,pokok nya hebat deh ^_^

  35. Chingu, kok cerita hurt ini bagian akhir2 mirip bgt ama drakor Nice Guy ya? Banget banget miripnya hehehe.

    Anyway, aku selalu bacain ff chingu, menghibur bgt :) tp laen kali bikin cerita sendiri aja chingu hehee

    Semangat terus yaaaa bikin ff nya :D

    1. emang terinspirasi dari nice guy.. tadinya malah mau di buat kaya ending nya ‘queen of ambition’
      tapi pasti menuai protes gitu deh.. akhirnya di buat kaya gini aja

  36. Happy ending sih,, tp masih ga puas tentang Sso >_< *kasihan sso
    trus Bumsso moment y dkit pake buangettt nget nget ngetttt
    author: bnyak protes lu!!! ini kn cma ff !!!
    me: gpp, dr pda ga da yg protes hayooo … mnding ane yg protes
    hihihihi *digetok author -_-

  37. walaupun part bumsso nya sdikit tp endingnya suka..hehe
    author klo da inspirasi tlg bikin ff bumsso dong…

  38. suka kok sm endingnya, yaah sesuai dengan harapan :)
    jeongmal mianhae baru comment dipart ini soalnya aku bacanya pake hape :)
    mohon dimaklumi :)

  39. Ending nya bagus, sesuai harapan yaitu happy ending. tpi klo sad ending mungkin lebih seru *reader plin plan.
    Eh tapi bener deh, klo baca ff yg happy ending kan udah byk tuh tpi klo yg sad ending baru langka. Tdinya kupikir myungsoo mati gara2 ditusuk sm il woo tpi ternyata gak. Gapapa deh tetep suka sm FF eonni.
    Tetap berkarya ya,,, lanjutkan! Fighting

  40. aigooooo happy ending yg mengharukan :(
    myungzy udh pnya hyemi kecil, il woo udh bebas, trus bumsso?? mrk jadian atau cmn skedar temen ja??
    ditunggu karya2 bumsso lainnya,, fighting!

  41. Wuaaa knpaa Bumsso gak mnkahh jga eon..
    Hduhhh..gak papa lah yg pntigg smua n baikk..
    Tpii eon ju2rr loe..yuly ngiss bca part inii..bnar2 mngrass airr mta..
    Aigoo..
    Lnjutt FF bruu..yg vrsii Bumsso n..
    Tggu..:)

  42. daebak….so eun udah tobat. hahaha. omoo…myungsoo sama suzy udah punya anak, kim bum keduluan adiknya.
    “Eonni FF nya keren.” gomawo ^-^

  43. ahh lega banget..happy ending..
    ak pkir myung mningall…
    akhirnya soeun sma il woo jga udah taubat…kyaaa MyungZy merried…tgal bumsoo aja yg perjlannya msih panjg….
    Deabak thor endingnya memuaskan kok….m.

  44. Aku jadi bener2 nangis waktu aku komat kamit ngejek nih cerita soal saat kunsor ku pas banget berhenti sama kata2 pedas suzy ke soeun, serasa punya ribuan makna. GOOD JOB Author nim~

  45. eeemmmm rekap koment..
    AQ crying di part soeun tentunya..
    saaaaaddd ilwoo jg..
    soal bumsso,ngambang sih..tp yaah emg rada mgecewakan tp yaaa kuasa authornya..hahaha
    ff byk yg myungzy ya,,maaf kalo gak bakalan hadir di ff mu lg…

  46. Huaaaahhhh… udah END.
    Akhirnya happy ending. Sempat kaget n lemes tdi, kirain myungsoo mninggal. Dan untungnya tdk. :)
    Sneng bnget liat Myungsoo dan suzy akhirnya mnikah dan punya anak. :)
    Moment myungzy n aegynya sunggu lucu dan mnggemaskan bnget. Aku benar2 suka moment mereka. :)
    Dan akhirnya seo un dan ill woo jga udah brubah stelah mndapat ganjaran yg stimpal dngan prbuatannya.
    Skali lagi DAEBAK wat FFx thor. Bkin MyungZy lagi dong yg married life thor. :)

  47. keren. . seneng dh happy ending :D

    7 thn kmdian, suzy dan myungs0o h!dup bhagia dgn hyemi kcil mereka. ill woo jg agak lbh tnang. so eun skrg ga msuhan lg ma ayahnya. dan kim bum kxknya dlm misi pdkt nh, wkwkwk :D

  48. Mian baru komen dipart akhir, abisnya keasikan baca sih. Kkkkkkkkkkk *bow* daebak baca ff ini serasa nonton drama. Mendebarkan !!!!!!!!! (y)

  49. aigo teryta smua berjalan lancar …tanpa ad kekerasan yg bgtu waow kkk
    cmn ilwo doank tdi…aigo gmn klo appa suzy thu klo ilwo hampir membunuh suzy ..ckck..

    cie hyemi kecil kkk aduh myung mnta ank cowk itu arti nya :o haha…

    happy ending

THX for Comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s